Bertani Sebuah Pilihan Potensial

Lulusan Pesantren Harus Siap Memakai Teknologi

Ketika kita mampu membaca ayat-ayat tersurat, maka perlu juga mengaktualkan ayat-ayat tersirat, ilmu alam, ilmu yang penuh manfaat. Seperti halnya pertanian, sebagai aktivitas yang dilakukan di ladang, di lahan pertanian, yang semestinya dikelola dengan baik oleh tenaga-tenaga muda. Secara tertulis di kitab-kitab sering dikatakan bahwa tanah dan air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Maka perlu keterampilan yang dapat diterapkan di masyarakat oleh peserta didik, karena dengan mengetahui keterampilan bertani, maka santri yang belajar di pesantren dapat mengerti dan mengaplikasikan ilmunya agar bisa menghasilkan karya dan meningkatkan peluang usaha sehingga dapat menciptakan kemandirian dan kewirausahaan, dengan pengetahuan budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan pakan.

Banyak peluang yang bisa diraih jika para santri dapat menghasilkan produk pertanian yang dapat diserap pasar, atau dapat memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan pendidikan seperti pesantren.

Santri dengan cekatan berkebun di lokasi perkebunan Pesantren Al-Ittifaq yang terletak di kaki Gunung Patuha, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hasil panen sayur sekitar 3,5 ton per hari diolah dan dikemas oleh para santri untuk dipasarkan ke sejumlah pasar swalayan di Jawa Barat.  Pesantren dengan sasaran pelayanan kepada anak yatim piatu, fakir  miskin dan penyandang masalah Nafza tersebut selain fokus pada pemberlajaran keagaman juga membuat bidang pertanian organik untuk menambah pengetahuan para santri.

Kegiatan pertanian yang juga melibatkan warga sekitar dilakukan agar santri mampu mandiri, berdikari dalam hidup saat menempuh ilmu di pondok pesantren pimpinan KH Fuad Affandi.
Proses bertani mulai dari menanam, panen hingga pemilahan sayuran yang bak dilakukan oleh santri. Pemilahan sayuran dilakukan saat pengemasan dengan klasifikasi target pasar yang dituju. Pengemasan dilakukan dengan menyusun dan mengemas berat berdasarkan ukuran sayuran organik, kemudian mencantumkan label pada kemasan dan mendistribusikannya ke berbagai swalayan.

Kekayaan alam sangatlah melimpah, dan tergantung dari manusia untuk memanfaatkan kekayaan alam tersebut. Bagi para santri ini, bertani merupakan salah satu cara mereka hidup berselaras dengan alam.

 

Sumber: Sindo Pos

You may also like...